BREBES, jejakkasus.co.id, – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi sarana krusial bagi para Pelaku Usaha untuk memperkokoh ikatan persaudaraan dan sinergi ekonomi.
Bertempat di Area Parkir Truk Jalan Pantura, Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Paguyuban Jangkar sukses menyelenggarakan acara Halal Bi Halal, Rabu (1/4/2026).
Mengusung jargon “Jalinan Komunikasi Pedagang Kerseman,” kegiatan ini berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan.
Identitas visual jangkar yang menjadi simbol Organisasi tampak mendominasi dekorasi, merepresentasikan filosofi kekokohan komitmen dan persatuan para Pedagang dalam satu naungan yang solid.
Visi Menuju Insan Bertakwa dan Mandiri
Tahun ini, Panitia Penyelenggara menitikberatkan esensi acara pada penguatan spiritual dan kohesi sosial melalui tema strategis:
“Dengan Halal Bi Halal, Kita Tingkatkan Silaturahim dan Nilai-Nilai Akidah Menuju Insan yang Bertakwa kepada Allah SWT”.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Paguyuban Jangkar Riyanto, dalam sambutannya menegaskan, bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan.
Ia memandang Halal Bi Halal sebagai wadah krusial untuk menyelaraskan geliat Bisnis dengan nilai-nilai Religius.
“Kami ingin komunikasi antar-Pedagang tetap terjaga secara harmonis. Lebih dari itu, kami berharap momentum ini menjadi titik balik untuk terus memperbaiki kualitas Aqidah dalam keseharian. Tujuannya, agar profesi kita sebagai Pedagang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bernilai Ibadah,” ujar Riyanto/Anto.
Mendorong UMKM sebagai Pilar utama Ekonomi
Selain aspek spiritual, Riyanto juga memberikan arahan agar para anggota mengedepankan profesionalisme dalam memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Baginya, Pedagang Kerseman adalah bagian dari pilar utama ekonomi Indonesia yang harus tetap produktif dan kondusif.
Senada dengan hal tersebut, Subur (Kembu) Tokoh penting dalam Paguyuban menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi kolektivitas.
Menurutnya, keharmonisan dalam Irganisasi berdampak langsung pada stabilitas ekonomi keluarga para anggota.
“Kekuatan kita dalam bersatu adalah kunci utama untuk menjamin kesejahteraan para Pedagang dalam menafkahi keluarga serta membangun masa depan anak-anak kita,” tutur Subur/Kembu optimis.
Fokus Utama Kegiatan Paguyuban Jangkar:
Penguatan Silaturahmi: Membuka sumbatan komunikasi dan menjaga kondusifitas antar-Pelaku Usaha di Wilayah Kerseman.
Akselerasi UMKM: Mendorong usaha perorangan yang produktif agar lebih kompetitif dan berdaya saing.
Internalisasi Nilai Akidah: Mengintegrasikan etika Religius dalam praktik Perdagangan sehari-hari.
Atmosfer Solidaritas yang Energik
Suasana di lokasi acara terasa sangat dinamis dengan dominasi Atribut berwarna oranye dan merah, mencerminkan semangat membara para Pedagang dalam menghadapi dinamika ekonomi melalui kolaborasi yang sehat.
Acara dipungkasi dengan doa bersama dan sesi ramah tamah yang mempererat hubungan kekeluargaan.
Melalui sinergi yang terbangun kuat di Losari ini, Paguyuban Jangkar diharapkan semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi akselerasi ekonomi masyarakat luas.
Reporter: Warsodik
![]()
