KUNINGAN, jejakkasus.co.id, – Camat Pancalang Indra Nugraha Ishak, S.STP, M.Si., melaunching dan meresmikan Posko Program Masjid Ramah Pemudik Idul Fitri 1447 H/2026 M bertempat di Masjid Al-Mir’at Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar), Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB – 12.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Pancalang Ipda Lukman Hakim, Kepala KUA Kecamatan Pancalang H. Akhirudin, S.Sos, M.Pd.I., Kepala UPTD Puskesmas Pancalang Apt. Ika Sriwantika, S. Farm., M. Farm., H. Sutedi selaku Pemilik Masjid Al-Mir’at, Sekmat Pancalang Mohamad Thofa, S.Si., M.T., Kasubag TU UPTD Puskesmas Pancalang Zaenal Arifin, Pj. Kepala Desa Tajurbuntu Tatang Sumiarsa, Kepala KUA Mandirancan, Kepala KUA Pasawahan, Ketua DKM Masjid Al-Mir’at dan anggota Polsek Pancalang.
Dalam sambutannya, Camat Pancalang menyampaikan, bahwa kegiatan Launching Posko Masjid Ramah Pemudik tersebut diselenggarakan atau dibentuk langsung oleh KUA Kecamatan Pancalang yang berkolaborasi dengan Pemdes Tajurbuntu dan DKM Masjid Al-Mir’at.
“Program yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah menghadirkan layanan singgah yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama Periode Mudik Lebaran,” ungkapnya.
“Melalui program tersebut, Kementerian Agama menyiapkan Masjid di seluruh Indonesia, khususnya Masjid Al-Mir’at sebagai Posko tempat singgah gratis bagi para Pemudik, dimana akan memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, khususnya pada Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri,” terang Camat Pancalang.
Sementara, Kapolsek Pancalang IPDA Lukman Hakim memberikan apresiasi kepada Pemilik Masjid Al-Mir’at H. Sutedi, karena Masjid Al-Mirat bersedia menjadi tempat atau lokasi Posko Masjid Ramah Pemudik 2026.
“Diharapkan kegiatan tersebut dapat berkelanjutan setiap tahunnya. Semoga, dengan adanya Posko Masjid Ramah Pemudik dapat dijadikan lokasi istirahat para Pemudik yang kelelahan,” tuturnya..
Selain itu, Kepala KUA Kecamatan Pancalang H. Akhirudin dalam sambutannya menegaskan, bahwa Masjid memiliki fungsi pelayanan sosial yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menyampaikan, bahwa Pemerintah mendorong agar Masjid tidak hanya digunakan untuk Ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas.
“Masjid memang tempat melayani. Kita ingin mengubah Wajah Masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk Salat lima waktu. Sekarang, Masjid di Program sesuai fungsinya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Program Masjid Ramah Pemudik merupakan langkah untuk menghidupkan kembali peran Masjid sebagai Pusat Pelayanan Umat.
Ia menjelaskan, bahwa seluruh jajaran Kementerian Agama di Daerah telah diminta untuk berkoordinasi dengan Pengurus Masjid agar layanan dapat berjalan selama Masa Mudik.
Ia menambahkan, bahwa keterlibatan Masjid AL-Mir’at, juga berlaku bagi Masjid-masjid di seluruh Indonesia.
Hal ini menunjukkan kesiapan masyarakat dalam mendukung kelancaran perjalanan Pemudik.
“Dalam program ini, Masjid yang terlibat akan membuka akses selama 24 jam dan menyediakan berbagai fasilitas bagi Pemudik,” jelasnya.
“Layanan yang disiapkan, antara lain Area Istirahat, tempat Ibadah, Fasilitas Toilet yang bersih, Air Bersih, serta pengamanan di Lingkungan Masjid dan Area Parkir,” bebernya.
“Fasilitas tersebut, diharapkan membantu Pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan jarak jauh,” tambahnya.
Pemilik Masjid Al-Mir’at mengatakan, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kondisi Lalu Lintas, lokasi Masjid Ramah Pemudik, serta fasilitas yang tersedia disepanjang Jalur Mudik.
“Layanan Masjid Ramah Pemudik berlangsung dari H-7 sampai H+7 Idul Fitri,” jelasnya.
Pj. Kepala Desa Tajurbuntu Tatang Sumiarsa juga menyampaikan, bahwa semangat pelayanan kepada Pemudik dilakukan oleh Masjid yang didukung Rumah Ibadah.
Ia mengatakan, bahwa berdasarkan Koordinasi Lintas Lembaga, sejumlah Gereja, Vihara, Jlenteng, dan Pura turut membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan,
“Kerukunan yang menjadi Ikon Persatuan Indonesia hari ini tergambar dengan sangat indah lewat pelayanan Rumah-rumah Ibadah bagi para Pemudik,” katanya.
Pj. Kepala Desa Tajurbuntu Tatang Sumiarsa menegaskan, bahwa Program Masjid Ramah Pemudik menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan Keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui penyediaan tempat singgah yang layak dan mudah diakses, berharap perjalanan Mudik Idul Fitri 1447 H dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi Pemudik,” pungkasnya. (E Jayadi JK)
![]()
