PAMEKASAN, jejakkasaus.co.id, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Bulan Suci Ramadan mulai dikeluhkan Orang Tua Murid TK Al-Jufrix111 dan Sekolah Dasar (SD) Trasak 2 Kecamatan Larangan.
Ramai-ramai Orang Tua Murid mengunggah Paket Makanan yang dinilai jauh dari kata ‘Bergizi’.
FZ dan ID dan Wali Murid lainya yang Anaknya bersekolah di salah satu SD dan TK di Kecamatan Larangan mengatakan, Putranya mendapatkan makanan kayak Sesajen dan Jajanan Pasaran.
“Sekolah Anak saya itu MBG nya dari SPPG Al-Firdaus Peltong, kemaren itu dapat Roti Bungkus, Tempe Goreng dipotong kecil-kecil dibungkus Plastik, Buah Anggur 3 Biji dibungkus Plastik, Cimory Strawbery 125 Ml,” katanya, Rabu (24/2/2026).
Atas kondisi tersebut, FZ meminta Pemerintah untuk mengevaluasi Program MBG selama Bulan Suci Ramadan.
“Ya harus dievaluasi, takutnya jadi akal-akalan Oknum, karena manfaatkan Perintah Pusat yang harus sajikan makanan kering selama Ramadan,” tuturnya.
Sementara itu, FZ dan ID dan Wali Murid lainnya yang tidak mau disebut satu persatu, mengaku selama Bulan Puasa, Putra-Putrinya mendapatkan Sajian MBG yang tak masuk akal.
“Hari ini. Telur Ayam Rebus, Kurma 3 Biji, Puding Coklat, Cimory 125Ml, Edamame. Padahal di Platform SPPG Al-Firdaus Peltong ada lima Biji, kok nyampek ke Sekolah isi tiga ya,” kata Wali Murid, Rabu (25/02/2026).
FZ dan ID, salah satu Orang Tua Siswa SD dan TK yang ada di Kecamatan Larangan mengatakan, Menu MBG diterima Anaknya selama Ramadan terkesan monoton dan “apa adanya”.
Menurutnya, penerimaan Menu kering selama Ramadan dinilai jauh dari standar kecukupan gizi.
Ia melanjutkan, Menu MBG selama Ramadan seolah disusun sekadar menggugurkan kewajiban.
Oleh karenanya, Ia turut mempertanyakan kredibilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pihak Penyedia.
Pihak Media ini sudah melakukan komunikasi kepada Kepala SPPG Al-Firdaus Peltong lewat pesan WhatshApp dan di Telpon Seluler beberapa kali, akan tetapi tidak ada respons.
Ini anggaran sudah jelas berapa, tapi sampai ke bawah mungkin ditekan lagi. Jadi makanannya untuk Anak-anak ala kadarnya.
Untuk itu, perlu dipertanyakan kredibilitas SPPG yang bersangkutan. SPPG-nya seharusnya di Audit oleh Badan Gizi Nasional. (Marta)
