Kapolres Pagar Alam Kunjungi Korban Bus Terjun ke Jurang

PAGAR ALAM- JK. Peristiwa kecelakaan tunggal bus Sriwijaya yang terjun ke sungai hingga menelan korban jiwa 25 orang dan 13 luka-luka, membuat prihatin banyak pihak.

Terlebih, kecelakaan diduga karena rem blong. Bus Sriwijaya seharusnya dilakukan pengecekan sebelum jalan membawa penumpang.

Kapolres Pagar Alam, AKBP Dolly Gumara, S.IK., juga mengaku prihatin atas musibah tersebut. Dirinya menyesalkan masih adanya angkutan umum yang beroperasi tanpa pengecekan terlebih dahulu. Pihak perusahaan bus Sriwijaya dan sopir, telah merugikan banyak orang.

“Semoga ini tidak terjadi lagi ke depannya. Kendaraan umum itu membawa penumpang, ini menyangkut nyawa orang. Kendaraan harusnya dilakukan pengecekan, sopir juga jangan ugal-ugalan,” tandasnya, Selasa (24/12/2019).

Kapolres Dolly juga langsung turun ke lokasi dan mengunjungi para korban di RSUD Besemah, Kota Pagar Alam. Ia menyampaikan rasa prihatin dan pihak keluarga yang menjadi korban agar bersabar atas musibah tersebut.

Kepada korban luka, kapolres mendoakan semoga cepat pulih kembali. Pihaknya sudah berkoodinasi dengan petugas rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tunggal terjadi di wilayah Lematang Indah, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Bus Sriwijaya jurusan Palembang-Bengkulu terjun ke jurang, Selasa (24/12/2019) dinihari.

Informasi yang diperoleh wartawan Jejak Kasus, sedikitnya sudah ada 25 orang meninggal dunia dan 13 orang dalam perawatan di RSUD Besemah Kota Pagar Alam.

Bus tersebut disebut dalam perjalanan dari Bengkulu menuju Palembang. Diduga, bus terjun ke jurang karena rem blong. (Hel/Uj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *