LAHAT, jejakkasus.co.id, – Parkiran Digital Rumah Sakit Umum Rabain selain menjadi keluhan masyarakat dan Pengunjung, juga diduga sudah merugikan anggaran dan tidak sesuai Spek.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan investigasi di lapangan, anggaran pengadaan Palang Parkir Digital tersebut menelan anggaran sekisar Rp 400. 000.000,- (Empat Ratus Juta Rupiah).
Dan hal ini betul-betul sangat merugikan anggaran serta membuang anggaran yang jauh, demi untuk keuntungan, serta barang tersebut tidak sangat berkualitas.
Pasalnya, hasil survey di lapangan, barang tersebut baru satu bulan digunakan sudah menimbulkan kemacetan dan trouble.
Sementara, Erricha Sefriyani, SKM., M.M., selaku PPK-nya saat dikonfirmasi enggan berkomentar tentang masalah ini, bahkan terkesan tutup mata dan tidak tahu menahu.
Terkait hal ini, Hidayatullah, S.Sos., selaku Ketua PW GNPK RI menyoroti hal dan langsung ke lapangan berkat laporan dari masyarakat setempat dan Pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah Rabain.
Ia mengungkapkan, Palang Parkir Digital yang berada di Rumah Sakit Umum Rabain ini, selain diduga barangnya bermasalah dan juga tidak sesuai Spek, juga menjadi komplain bagi masyarakat yang ingin membesuk atau berkunjung ke Rumah Sakit.
“Oleh karena Tarif Parkir Digital ini sungguh sangat tidak sesuai dengan kemampuan para Pengunjung yang ingin membesuk,” ungkapnya kepada jejakkasus.co.id, Sabtu (24/1/2026).
“Dan juga, keluhan masyarakat tentang adanya Palang Parkir Digital tersebut tidak setuju. Bahkan, Kendaraan-kendaraan para Pengunjung malah memarkirkan Kendaraannya diluar Rumah Sakit atau di Pinggir-pinggir Jalan Lintas,” tambahnya.
Menurutnya, oleh karena Pengunjung terganggu oleh adanya Parkir Digital tersebut, maka kebanyakan Pengunjung lebih baik memarkirkan Kendaraannya diluar.
“Mendengar hal ini serta keluhan dari masyarakat, makanya GNPK RI menindaklanjuti laporan dari masyarakat serta menyelidiki masalah ini sampai ke anggarannya yang tidak sesuai dengan barangnya,” pungkasnya. (Tim)
![]()
