PALEMBANG, jejakkasus.co.id, – Kenaikan Harga Resmi (HET) LPG 3 Kg di Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya Palembang naik menjadi Rp 18.500,- per Tabung per 9 Januari 2025 tahun lalu, dari harga sebelumnya Rp 15.650,- meskipun tetap menjadi yang terendah di Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Harga ini adalah Harga Eceran Tertinggi (HET) di Pangkalan Resmi, dan penetapan harga juga bergantung pada Keputusan Gubernur Sumsel, serta Perpres baru yang mengatur pembatasan dengan harga di Pangkalan diupayakan tetap di kisaran Rp 19.000,-.
Detail Harga Terbaru:
Harga Lama (sebelum 9 Jan 2025): Rp 15.650,-.
Harga Baru (sejak 9 Jan 2025): Rp18.500,-.
Harga di Pangkalan (perkiraan terbaru): Sekitar Rp 19.000,-.
Faktor Penentu:
-HET: Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Gubernur Sumsel).
-Perpres Baru: Ada Peraturan Presiden baru yang mengatur pembatasan LPG 3 Kg yang memengaruhi harga di Pangkalan.
Catatan: Harga di Tingkat Pengecer (Warung) bisa jadi lebih tinggi, namun HET ini berlaku di Rangkalan Resmi.
Pada kenyataannya, harga Gas Melon tersebut justru melambung tinggi hingga menyentuh level Rp 38000,- bahkan Rp 40.000,-/Tabung Gas, Kamis (15/01/2026).
Permasalahan naiknya harga Gas Melon 3 Kg Bersubsidi di masyarakat, ibarat mencari Jarum ditumpukan Jerami.
Mirisnya lagi, masyarakat seolah tak perduli dengan berapa harganya, asal bisa memasak untuk menyambung nyawa sebagai dasar kebutuhan hidup.
Gas Melon peruntukannya Notabene untuk masyarakat menengah ke bawah, justru acapkali dipakai untuk kebutuhan berbagai Bisnis Kuliner beromzet besar, dan tak jarang terlihat berada di Dapur Rumah Pejabat.
Tak ayal hal tersebut menjadi indikator naiknya harga Gas Melon di Tingkat Pengecer Toko dan Warung-warung.
Hasil penelusuran awak media dibeberapa tempat, mulai dari Kelurahan Kota Negara, Kelurahan Kota Jaya, Kelurahan Pasar Bawah, Lahat Selatan, Talang Jawa Selatan dan Utara Kabupatrn Lahat, Sumateta Selatan ditemukan harga yang relatif sama Rp 38.000,- bahkan ada yang mencapai angka Rp 40.000,-/Tabung.
Melambungnya harga Gas Melon disebabkan sulitnya mendapatkan Pasokan Gas Melon. Kalaupun ada, seringkali Gas langsung habis di Tingkat Pangkalan.
“Kami juga belinya sudah mahal Pak,” ujar salah seorang warga yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.
“Diperlukan pengaturan Rantai Distribusi LPG 3 Kg yang lebih terawasi. Jika sebelumnya Pengawasan Pemerintah praktis hanya berhenti di Tingkat Pangkalan, tentunya Regulasi juga harus mengatur Siklus Distribusi hingga ke Tingkat Sub-Pangkalan atau Pengecer untuk menekan lonjakan harga dengan dalih kelangkaan,” pungkas Aprizal Muslim Ketua PW GNPK-RI Provinsi Sumatera Selatan. (Tim))
![]()
