LAHAT, jejakkasus.co.id, – Dibalik ketegasan Kasi Datun Kejari (Kejaksaan Negeri) Lahat Ahmad Muzayyin, S.H., M.H., ada Wajan, Ulekan, dan cinta sederhana untuk keluarga.
Di Ruang Kerja Kejaksaan Negeri Lahat, nama Ahmad Muzayyin dikenal sebagai sosok yang tegas, lugas, dan tak banyak basa-basi.
Sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Ia terbiasa berhadapan dengan perkara hukum, kepentingan Negara, serta keputusan yang menuntut ketegasan tanpa kompromi.
Namun dibalik Meja kerja dan setumpuk berkas perkara itu, tersimpan sisi lain Muzayyin yang jarang tersorot publik, sisi yang jauh dari hiruk pikuk penegakan hukum.
Ketika Seragam Dinas dilepas dan masa cuti tiba, ritme hidupnya berubah. Lelaki berkepala plontos ini memilih pulang lebih awal ke rumah, menjauh dari keramaian, dan menepi dari rutinitas yang padat.
Ia bukan tipe yang menghabiskan waktu dengan bepergian jauh. Baginya, rumah adalah tempat paling jujur untuk kembali menjadi diri sendiri.
Sesekali, Muzayyin keluar rumah hanya untuk berjalan ringan di sekitar lingkungan. Bukan untuk gaya hidup, melainkan sekadar menghirup udara segar, cara sederhana melepas penat setelah hari-hari yang sarat tekanan dan tanggung jawab.
Bagi Muzayyin, keluarga adalah prioritas yang tak bisa ditawar. Di tengah perannya sebagai Aparat Penegak Hukum, Ia menyadari ada peran lain yang tak kalah penting: menjadi Suami dan Ayah.
Tak banyak yang menyangka, Jaksa yang dikenal tegas itu justru memiliki Hobi yang sangat domestik, memasak.
Di dapur rumahnya, Muzayyin menemukan ruang tenang yang tak pernah Ia dapatkan di Kantor.
Ia menyiapkan bahan, meracik bumbu, hingga menghidangkan masakan dengan tangannya sendiri untuk Sang Istri dan dua Putri tercintanya.
Memasak, bagi Muzayyin bukan sekadar soal rasa. Itu adalah Bahasa Cinta. Setiap Hidangan yang tersaji di Meja Makan menjadi wujud perhatian dan kehadiran seorang ayah di tengah kesibukan tugas Negara.
Sisi keseimbangan itu pula yang tercermin dalam gaya kepemimpinannya di Kantor. Di mata rekan kerja, Muzayyin bukan hanya atasan yang menuntut kinerja, tetapi juga figur yang mampu merawat suasana kerja.
“Dia itu sosok pimpinan yang memberi harmoni keseimbangan, seperti Yin dan Yang,” ujar Kepala Subseksi Bidang Tindak Pidana Umum (Kasubsi Tipidum) Kejari Lahat kepada jejakkasus.co.id, Jumat (2/01/2026).
Pandangan serupa datang dari Staf di Lingkungan Datun. Menurut mereka, ketegasan Muzayyin selalu disertai arahan yang jelas dan sikap terbuka.
“Kalau Beliau menegur, tujuannya membangun. Kami ditegaskan soal disiplin, tapi juga dihargai sebagai Manusia,” ujar salah seorang Staf Kejari Lahat.
Kombinasi ketegasan dan empati itu dinilai menciptakan iklim kerja yang sehat, profesional tanpa kehilangan Sisi Kemanusiaan.
Di sela aroma masakan yang mengepul di rumah, dan dinamika kerja di Kantor, Muzayyin menjaga dua dunia tetap berjalan seimbang.
Ketegasan hadir saat Amanah Negara dipikul, sementara kelembutan menemukan ruangnya di tengah keluarga.
Sisi humanis inilah yang jarang terlihat dari sosok Ahmad Muzayyin. Di luar perannya sebagai penegak hukum yang disiplin dan profesional, Ia adalah pribadi yang sederhana, tenang, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Barangkali dari Dapur Rumah itulah Muzayyin menemukan keseimbangan hidup, antara ketegasan dalam menegakkan hukum dan kelembutan dalam menjaga keharmonisan keluarga. (Obby)
