MUARA ENIM, jejakkasus.co.id – Ketua PW GNPK-RI Sumatera Selatan, Aprizal Muslim, S.Ag., mengecam keras tindakan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Muara Enim yang terlihat menghambur-hamburkan uang dalam sebuah acara hiburan yang videonya kini telah viral di media sosial.
Dalam video tersebut, beberapa anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, PAN, Golkar, dan PPP terlihat menyawer biduan dengan melemparkan uang di depan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Aksi tersebut memicu gelombang kritik karena dinilai tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik yang seharusnya menjaga etika dan wibawa lembaga legislatif.
Aprizal Muslim menyatakan bahwa tindakan tersebut mencederai rasa keadilan dan moralitas publik, terlebih dilakukan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk.
“Ini sangat merusak kode etik dan melukai hati rakyat Muara Enim. Ketika masyarakat sedang bergelut dengan kemiskinan dan keterpurukan ekonomi, justru para wakil rakyat mempertontonkan tindakan yang tidak mencerminkan empati,” tegas Aprizal.
Aprizal menilai aksi tersebut bukan hanya mencoreng marwah lembaga DPRD, tetapi juga merusak citra demokrasi lokal.
Ia mendesak pimpinan partai politik masing-masing untuk segera mengambil langkah tegas berupa pemecatan terhadap anggota DPRD yang terlibat dalam aksi tersebut.
“Kami mendesak pimpinan partai segera memberikan sanksi tegas bahkan hingga pemecatan bagi anggota DPRD yang memamerkan kekayaan dengan menyawer biduan dan menghamburkan uang di depan publik,” ujarnya.
Selain itu, PW GNPK-RI Sumsel juga meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk melakukan penyelidikan terkait penggunaan anggaran DPRD Kabupaten Muara Enim. Aprizal menegaskan, jika ditemukan kejanggalan dalam alokasi maupun penggunaan anggaran, maka proses hukum harus segera dilakukan.
“Jangan ada toleransi. Bila terdapat penyimpangan anggaran, proses hukum harus dilakukan sampai tuntas,” tutupnya.
(Red)
